{"id":259,"date":"2026-10-21T10:59:51","date_gmt":"2026-10-21T03:59:51","guid":{"rendered":"https:\/\/unki.ac.id\/?page_id=259"},"modified":"2026-10-21T20:36:12","modified_gmt":"2026-10-21T13:36:12","slug":"sambutan-rektor-2","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/unki.ac.id\/?page_id=259","title":{"rendered":"Sambutan Rektor"},"content":{"rendered":"\n<div style=\"height:50px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<div class=\"unki-rektor-container\" style=\"max-width: 950px; margin: 0 auto; font-family: 'Inter', 'Segoe UI', sans-serif; color: #2d3748; line-height: 1.8;\">\n\n    <!-- HEADER \/ BANNER SECTION -->\n    <div style=\"text-align: center; margin-bottom: 45px; background: linear-gradient(135deg, #002D62 0%, #004080 100%); color: #fff; padding: 45px 30px; border-radius: 16px; box-shadow: 0 10px 25px rgba(0,45,98,0.15);\">\n        <span style=\"background-color: rgba(255,255,255,0.2); color: #fff; padding: 6px 18px; border-radius: 30px; font-size: 13px; font-weight: 600; text-transform: uppercase; letter-spacing: 1.5px; display: inline-block; margin-bottom: 15px;\">Sambutan Rektor<\/span>\n        <h1 style=\"font-size: 32px; color: #fff; margin: 0 0 10px 0; font-weight: 800;\">UNIVERSITAS KEBANGSAAN INDONESIA (UNKI)<\/h1>\n    <\/div>\n\n    <!-- PROFIL & FOTO REKTOR -->\n    <div style=\"display: flex; flex-wrap: wrap; gap: 35px; align-items: center; background: #f8fafc; padding: 35px; border-radius: 16px; border-left: 6px solid #002D62; margin-bottom: 45px; box-shadow: 0 4px 20px rgba(0,0,0,0.04);\">\n        <div style=\"flex: 1; min-width: 260px; text-align: center;\">\n            <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/unki.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Ridwan-Maronrong.jpg\" alt=\"Assoc. Prof. Drs. Ridwan Maronrong, M.Sc., Ph.D.\" style=\"width: 100%; max-width: 260px; height: auto; border-radius: 12px; box-shadow: 0 8px 20px rgba(0,0,0,0.12); object-fit: cover;\">\n            <h4 style=\"margin: 18px 0 4px 0; color: #002D62; font-size: 18px; font-weight: 700;\">Assoc. Prof. Drs. Ridwan Maronrong, M.Sc., Ph.D.<\/h4>\n            <p style=\"margin: 0; color: #4a5568; font-size: 14px; font-weight: 600;\">Rektor<\/p>\n        <\/div>\n        <div style=\"flex: 2; min-width: 280px;\">\n            <p style=\"font-size: 18px; color: #002D62; font-weight: 700; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px;\">\n                &#8220;Perubahan bentuk menjadi Universitas Kebangsaan Indonesia (UNKI) bukan sekadar perubahan nama, bukan sekadar perubahan struktur organisasi, dan bukan sekadar penambahan program studi.&#8221;\n            <\/p>\n            <p style=\"font-size: 15px; color: #4a5568; margin: 0;\">\n                Assalamu\u2019alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.<br>\n                Alhamdulillahi rabbil \u2018alamin. Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat, rahmat, dan karunia-Nya yang senantiasa dilimpahkan kepada kita semua.\n            <\/p>\n        <\/div>\n    <\/div>\n\n    <!-- ISI KONTEN UTAMA (SAMA PERSIS DOKUMEN WORD) -->\n    <div class=\"content-body\" style=\"font-size: 16px; color: #2d3748;\">\n        \n        <h3 style=\"color: #002D62; border-bottom: 2px solid #e2e8f0; padding-bottom: 10px; margin-top: 40px; font-weight: 700;\">TRANSFORMASI STIE INDONESIA MENJADI UNKI<\/h3>\n        <p>Hari ini kita sedang berada pada sebuah titik penting dalam perjalanan panjang institusi yang telah kita bangun bersama.<\/p>\n        <p>STIE Indonesia Jakarta bukanlah berakhir. Tetapi STIE Indonesia sedang bertransformasi.<\/p>\n        <p>Perubahan bentuk menjadi Universitas Kebangsaan Indonesia (UNKI) bukan sekadar perubahan nama, bukan sekadar perubahan struktur organisasi, dan bukan sekadar penambahan program studi.<\/p>\n        <p>Lebih dari itu, perubahan ini merupakan transformasi fundamental untuk menjawab tuntutan zaman dan tantangan masa depan bangsa.<\/p>\n        <p>Dunia telah berubah dengan sangat cepat.<\/p>\n        <p>Revolusi industri 4.0 telah berkembang menuju era artificial intelligence, big data, automation, Internet of Things, cloud computing, dan berbagai teknologi digital yang mengubah cara manusia belajar, bekerja, berbisnis, berkomunikasi, dan mengambil keputusan.<\/p>\n        <p>Pekerjaan-pekerjaan tertentu mulai berubah bahkan sebagian menghilang, sementara jenis pekerjaan baru yang sebelumnya tidak pernah kita kenal terus bermunculan.<\/p>\n        <p>Dalam kondisi seperti ini, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah.<\/p>\n        <p>Perguruan tinggi harus menghasilkan manusia pembelajar, manusia kreatif, manusia inovatif, manusia yang mampu berpikir kritis, mampu beradaptasi, mampu bekerja dengan teknologi, mampu menciptakan lapangan kerja, memiliki karakter, dan mampu memberikan solusi bagi persoalan masyarakat.<\/p>\n        <p>Karena itulah transformasi STIE Indonesia menjadi Universitas Kebangsaan Indonesia merupakan sebuah keniscayaan strategis.<\/p>\n        <p>UNKI harus hadir bukan hanya untuk menjawab kebutuhan pendidikan tinggi hari ini, tetapi juga mempersiapkan generasi yang akan menghadapi Indonesia dan dunia pada 10, 20, bahkan 30 tahun yang akan datang.<\/p>\n\n        <h3 style=\"color: #002D62; border-bottom: 2px solid #e2e8f0; padding-bottom: 10px; margin-top: 40px; font-weight: 700;\">UNIVERSITAS UNTUK MASA DEPAN INDONESIA<\/h3>\n        <p>Indonesia sedang berada pada fase yang sangat menentukan.<\/p>\n        <p>Kita memiliki bonus demografi, pertumbuhan ekonomi, perkembangan teknologi digital, potensi sumber daya alam yang besar, serta posisi strategis di tengah perubahan ekonomi dunia.<\/p>\n        <p>Namun di sisi lain, kita juga menghadapi berbagai tantangan: ketimpangan kualitas sumber daya manusia, perubahan struktur pekerjaan, persaingan global, disrupsi teknologi, perubahan iklim, persoalan sosial, kesenjangan digital, serta kebutuhan akan pemimpin yang memiliki integritas dan wawasan kebangsaan.<\/p>\n        <p>Dalam situasi tersebut, perguruan tinggi mempunyai posisi yang sangat strategis.<\/p>\n        <p>Universitas bukan hanya tempat memperoleh gelar akademik.<\/p>\n        <p>Universitas adalah tempat membangun manusia, ilmu pengetahuan, karakter, peradaban, dan masa depan bangsa.<\/p>\n        <p>Karena itu UNKI harus mampu mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan bangsa melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n        <p>Kita ingin membangun UNKI sebagai universitas yang tidak hanya menghasilkan job seeker, tetapi juga menghasilkan job creator.<\/p>\n        <p>Bukan hanya menghasilkan lulusan yang mencari pekerjaan, tetapi menghasilkan generasi yang mampu menciptakan pekerjaan.<\/p>\n        <p>Bukan hanya menghasilkan pengguna teknologi, tetapi juga menghasilkan innovator.<\/p>\n        <p>Bukan hanya menghasilkan orang-orang yang memiliki pengetahuan, tetapi menghasilkan manusia yang mampu mengubah pengetahuan menjadi solusi dan nilai tambah bagi masyarakat.<\/p>\n\n        <h3 style=\"color: #002D62; border-bottom: 2px solid #e2e8f0; padding-bottom: 10px; margin-top: 40px; font-weight: 700;\">DARI SEKOLAH TINGGI EKONOMI MENJADI UNIVERSITAS MULTIDISIPLIN<\/h3>\n        <p>Perubahan menjadi universitas juga memberikan ruang yang jauh lebih luas bagi kita.<\/p>\n        <p>Jika sebelumnya kekuatan utama kita berada pada bidang ekonomi, manajemen, dan akuntansi, maka melalui UNKI kita dapat mengembangkan berbagai bidang ilmu yang saling terintegrasi.<\/p>\n        <p>Ilmu ekonomi dan bisnis dapat dipertemukan dengan teknologi informasi, data science, komunikasi, kewirausahaan, kesehatan, sains, dan berbagai disiplin ilmu lainnya.<\/p>\n        <p>Kita harus membangun paradigma interdisciplinary dan multidisciplinary education.<\/p>\n        <ul style=\"background: #fff; border: 1px solid #e2e8f0; padding: 25px 25px 25px 45px; border-radius: 12px; box-shadow: 0 2px 10px rgba(0,0,0,0.02);\">\n            <li style=\"margin-bottom: 10px;\">Mahasiswa manajemen harus memahami data.<\/li>\n            <li style=\"margin-bottom: 10px;\">Mahasiswa akuntansi harus memahami teknologi dan artificial intelligence.<\/li>\n            <li style=\"margin-bottom: 10px;\">Mahasiswa teknologi harus memahami bisnis dan entrepreneurship.<\/li>\n            <li style=\"margin-bottom: 10px;\">Mahasiswa komunikasi harus memahami digital media dan data analytics.<\/li>\n            <li>Dan seluruh mahasiswa UNKI harus memiliki kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, critical thinking, serta karakter kebangsaan.<\/li>\n        <\/ul>\n        <p style=\"margin-top: 15px;\">Inilah pendidikan tinggi masa depan.<\/p>\n        <p>Ilmu tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ilmu harus saling terhubung untuk menghasilkan solusi.<\/p>\n\n        <h3 style=\"color: #002D62; border-bottom: 2px solid #e2e8f0; padding-bottom: 10px; margin-top: 40px; font-weight: 700;\">UNKI MENUJU WORLD-CLASS UNIVERSITY<\/h3>\n        <p>Kita tidak boleh hanya berpikir bagaimana UNKI menjadi universitas yang baik secara lokal.<\/p>\n        <p>Kita harus memiliki cita-cita yang lebih besar.<\/p>\n        <p>Visi kita adalah:<\/p>\n        \n        <div style=\"background: #ebf8ff; border-left: 5px solid #3182ce; padding: 25px; border-radius: 8px; text-align: center; margin: 30px 0;\">\n            <p style=\"font-size: 19px; color: #2b6cb0; font-weight: bold; margin: 0; font-style: italic;\">\n                \u201cMenjadi Universitas Kelas Dunia (World-Class University) yang Unggul, Bermartabat, Berwawasan Kebangsaan, dan Berdampak bagi Kemajuan Indonesia dan Dunia pada Tahun 2050.\u201d\n            <\/p>\n        <\/div>\n\n        <p>Visi ini tentu bukan slogan.<\/p>\n        <p>Visi ini adalah arah perjalanan panjang kita.<\/p>\n        <p>Untuk mewujudkannya, kita harus membangun UNKI secara bertahap dan konsisten.<\/p>\n        <p>Dalam tahap awal, kita harus memperkuat fondasi dan transformasi.<\/p>\n        <p>Kita harus membangun tata kelola yang sehat, sistem penjaminan mutu yang kuat, sumber daya manusia yang kompeten, digitalisasi universitas, program studi yang relevan, kesehatan keuangan, sistem penerimaan mahasiswa baru yang efektif, serta budaya akademik yang produktif.<\/p>\n        <p>Setelah fondasi tersebut kuat, kita harus bergerak menuju keunggulan nasional dan internasionalisasi.<\/p>\n        <p>Selanjutnya menuju global recognition, kemudian menjadi global university, dan pada akhirnya menuju cita-cita world-class university pada tahun 2050.<\/p>\n        <p>Perjalanan tersebut memang panjang.<\/p>\n        <p>Tetapi setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah.<\/p>\n        <p>Dan langkah itu adalah transformasi yang sedang kita lakukan hari ini.<\/p>\n\n        <h3 style=\"color: #002D62; border-bottom: 2px solid #e2e8f0; padding-bottom: 10px; margin-top: 40px; font-weight: 700;\">STRATEGI MEMBANGUN UNKI<\/h3>\n        <p>Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, setidaknya terdapat beberapa agenda besar yang harus kita kerjakan bersama:<\/p>\n        <ol style=\"line-height: 1.9; padding-left: 20px;\">\n            <li style=\"margin-bottom: 12px;\"><strong>Pertama<\/strong>, membangun tata kelola universitas yang profesional, transparan, efektif, dan akuntabel. Kita harus meninggalkan budaya kerja yang lambat dan birokratis. Setiap unit harus memiliki target, indikator kinerja, tanggung jawab, dan evaluasi yang jelas.<\/li>\n            <li style=\"margin-bottom: 12px;\"><strong>Kedua<\/strong>, membangun academic excellence. Kualitas akademik harus menjadi jantung UNKI. Kurikulum harus selalu relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan ilmu pengetahuan. Proses pembelajaran harus berubah dari sekadar transfer knowledge menjadi learning, creating, problem solving, innovation, dan entrepreneurship.<\/li>\n            <li style=\"margin-bottom: 12px;\"><strong>Ketiga<\/strong>, mempercepat transformasi digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence. UNKI harus menjadi universitas yang AI-ready dan digital-ready. Teknologi tidak boleh hanya menjadi alat administrasi, tetapi harus menjadi bagian dari proses pembelajaran, penelitian, pelayanan mahasiswa, pengambilan keputusan, dan pengembangan universitas.<\/li>\n            <li style=\"margin-bottom: 12px;\"><strong>Keempat<\/strong>, memperkuat kualitas dosen dan tenaga kependidikan. Universitas yang hebat hanya dapat dibangun oleh manusia yang hebat. Karena itu peningkatan kompetensi, pendidikan lanjut, sertifikasi, penelitian, publikasi, pengembangan profesional, serta kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan harus menjadi perhatian utama.<\/li>\n            <li style=\"margin-bottom: 12px;\"><strong>Kelima<\/strong>, membangun penelitian dan inovasi yang berdampak. Kita tidak ingin penelitian berhenti di perpustakaan atau hanya menjadi dokumen akademik. Penelitian UNKI harus mampu menjawab persoalan nyata masyarakat, dunia usaha, pemerintah, dan bangsa. Kita harus mendorong lahirnya inovasi, intellectual property, publikasi berkualitas, kerja sama riset, dan hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan masyarakat.<\/li>\n            <li style=\"margin-bottom: 12px;\"><strong>Keenam<\/strong>, memperkuat hubungan dengan dunia usaha, pemerintah, industri, dan masyarakat. Universitas tidak boleh menjadi menara gading. UNKI harus menjadi bagian dari ekosistem pembangunan. Kerja sama dengan perusahaan, pemerintah, lembaga nasional maupun internasional harus diperluas. Mahasiswa harus mendapatkan pengalaman nyata melalui magang, proyek industri, entrepreneurship, riset bersama, dan berbagai bentuk experiential learning.<\/li>\n            <li><strong>Ketujuh<\/strong>, memperkuat internasionalisasi. World-class university tidak mungkin dibangun tanpa jejaring internasional. Karena itu kita harus meningkatkan kerja sama dengan universitas luar negeri, visiting professor, student mobility, international research collaboration, joint publication, international conference, dan berbagai bentuk academic partnership lainnya.<\/li>\n        <\/ol>\n\n        <h3 style=\"color: #002D62; border-bottom: 2px solid #e2e8f0; padding-bottom: 10px; margin-top: 40px; font-weight: 700;\">MEMBANGUN BUDAYA BARU UNKI<\/h3>\n        <p>Transformasi universitas tidak akan berhasil hanya dengan mengganti nama, struktur, logo, atau menambah program studi.<\/p>\n        <p>Transformasi yang sesungguhnya adalah transformasi budaya.<\/p>\n        <p>Kita harus membangun budaya baru:<\/p>\n        <p>Budaya integritas.<br>\n        Budaya profesionalisme.<br>\n        Budaya disiplin.<br>\n        Budaya pelayanan.<br>\n        Budaya inovasi.<br>\n        Budaya kolaborasi.<br>\n        Dan budaya continuous improvement.<\/p>\n        <p>Saya ingin setiap orang di UNKI memahami bahwa keberhasilan universitas bukan hanya tanggung jawab Rektor atau pimpinan.<\/p>\n        <p>Keberhasilan UNKI adalah tanggung jawab kita semua.<\/p>\n        <p>Dosen mempunyai tanggung jawab terhadap kualitas pembelajaran.<\/p>\n        <p>Tenaga kependidikan mempunyai tanggung jawab terhadap kualitas pelayanan.<\/p>\n        <p>Pimpinan mempunyai tanggung jawab terhadap arah dan tata kelola.<\/p>\n        <p>Mahasiswa mempunyai tanggung jawab untuk belajar dan mengembangkan diri.<\/p>\n        <p>Dan Yayasan mempunyai tanggung jawab untuk memberikan dukungan strategis agar universitas dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.<\/p>\n\n        <h3 style=\"color: #002D62; border-bottom: 2px solid #e2e8f0; padding-bottom: 10px; margin-top: 40px; font-weight: 700;\">KESEHATAN KEUANGAN DAN KESEJAHTERAAN SDM<\/h3>\n        <p>Kita juga harus menyadari bahwa universitas yang berkualitas membutuhkan fondasi keuangan yang sehat.<\/p>\n        <p>Karena itu, pengelolaan keuangan UNKI harus dilakukan secara profesional, efisien, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n        <p>Kita harus membangun universitas yang financially sustainable.<\/p>\n        <p>Efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas.<\/p>\n        <p>Efisiensi berarti menggunakan setiap sumber daya secara tepat untuk menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi universitas dan mahasiswa.<\/p>\n        <p>Di sisi lain, saya sangat menyadari bahwa keberhasilan transformasi tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan.<\/p>\n        <p>Kita ingin membangun sebuah hubungan yang sehat:<\/p>\n        <p><strong>UNKI tumbuh \u2192 produktivitas meningkat \u2192 pendapatan meningkat \u2192 kesejahteraan meningkat \u2192 kualitas meningkat \u2192 UNKI semakin maju.<\/strong><\/p>\n        <p>Karena itu, pertumbuhan institusi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan dan penghargaan terhadap seluruh insan UNKI.<\/p>\n\n        <h3 style=\"color: #002D62; border-bottom: 2px solid #e2e8f0; padding-bottom: 10px; margin-top: 40px; font-weight: 700;\">DARI ALUMNI UNTUK INDONESIA DAN DUNIA<\/h3>\n        <p>Kita juga memiliki tanggung jawab besar terhadap alumni.<\/p>\n        <p>Alumni UNKI harus menjadi duta universitas di tengah masyarakat.<\/p>\n        <p>Kita ingin alumni UNKI dikenal bukan hanya karena ijazahnya, tetapi karena kompetensinya, integritasnya, profesionalismenya, kepemimpinannya, dan kontribusinya.<\/p>\n        <p>Kita ingin alumni UNKI bekerja di perusahaan-perusahaan terbaik, menjadi profesional, menjadi entrepreneur, menjadi akademisi, menjadi birokrat, menjadi pemimpin masyarakat, dan bahkan mampu membangun perusahaan serta menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.<\/p>\n        <p>Dengan demikian, keberhasilan UNKI tidak hanya diukur dari berapa banyak mahasiswa yang kita terima.<\/p>\n        <p>Tetapi dari seberapa besar perubahan yang dapat kita ciptakan melalui para lulusan kita.<\/p>\n\n        <h3 style=\"color: #002D62; border-bottom: 2px solid #e2e8f0; padding-bottom: 10px; margin-top: 40px; font-weight: 700;\">MENJAGA JATI DIRI KEBANGSAAN<\/h3>\n        <p>Di tengah globalisasi, kita tidak boleh kehilangan jati diri.<\/p>\n        <p>Menjadi universitas kelas dunia bukan berarti meninggalkan Indonesia.<\/p>\n        <p>Justru sebaliknya.<\/p>\n        <p>Semakin tinggi posisi kita di dunia, semakin kuat pula kita harus membawa identitas dan nilai-nilai kebangsaan.<\/p>\n        <p>Karena itu UNKI harus menjadi universitas yang terbuka terhadap dunia, tetapi tetap berakar pada Indonesia.<\/p>\n        <p>Kita harus mampu berpikir global tetapi tetap memiliki kepedulian terhadap bangsa.<\/p>\n        <p>Kita harus menguasai teknologi global tetapi menggunakannya untuk kemajuan Indonesia.<\/p>\n        <p>Kita harus mampu bersaing secara internasional tetapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, kebangsaan, integritas, kemanusiaan, dan tanggung jawab sosial.<\/p>\n        <p>Inilah makna Universitas Kebangsaan Indonesia.<\/p>\n\n        <h3 style=\"color: #002D62; border-bottom: 2px solid #e2e8f0; padding-bottom: 10px; margin-top: 40px; font-weight: 700;\">BERGERAK BERSAMA<\/h3>\n        <p>Perubahan besar selalu menghadirkan tantangan.<\/p>\n        <p>Akan ada hal-hal yang harus kita tinggalkan.<\/p>\n        <p>Akan ada kebiasaan yang harus kita ubah.<\/p>\n        <p>Akan ada cara kerja yang harus kita perbaiki.<\/p>\n        <p>Dan mungkin akan ada keputusan-keputusan yang tidak selalu mudah.<\/p>\n        <p>Tetapi kita tidak boleh takut terhadap perubahan.<\/p>\n        <p>Karena yang berbahaya bukanlah perubahan, tetapi ketidakmampuan kita untuk berubah.<\/p>\n        <p>Hari ini kita memiliki kesempatan untuk menulis babak baru sejarah institusi ini.<\/p>\n        <p>Dari STIE Indonesia menjadi Universitas Kebangsaan Indonesia.<br>\n        Dari sekolah tinggi menjadi universitas.<br>\n        Dari fokus yang lebih terbatas menjadi multidisiplin.<br>\n        Dari orientasi lokal menuju internasionalisasi.<br>\n        Dari teaching university menuju research and innovation university.<br>\n        Dari sekadar menghasilkan lulusan menuju menghasilkan manusia unggul dan berdampak.<\/p>\n        <p>Dan dari institusi yang kita warisi hari ini, kita harus membangun universitas yang akan diwariskan kepada generasi Indonesia di masa depan.<\/p>\n        <p>Karena itu saya mengajak seluruh keluarga besar UNKI:<\/p>\n        <p><strong>Mari kita bergerak bersama.<\/strong><\/p>\n        <p>Jangan hanya bertanya, \u201cApa yang akan UNKI berikan kepada saya?\u201d<\/p>\n        <p>Tetapi mari kita mulai bertanya:<\/p>\n        <p><strong>\u201cApa yang dapat saya berikan untuk kemajuan UNKI?\u201d<\/strong><\/p>\n        <p>Jika setiap orang memberikan yang terbaik, insya Allah kekuatan kita akan menjadi luar biasa.<\/p>\n\n        <h3 style=\"color: #002D62; border-bottom: 2px solid #e2e8f0; padding-bottom: 10px; margin-top: 40px; font-weight: 700;\">PENUTUP<\/h3>\n        <p>Akhirnya, saya menyadari bahwa perjalanan membangun UNKI menuju World-Class University pada tahun 2050 bukanlah pekerjaan satu atau dua tahun.<\/p>\n        <p>Ini adalah perjalanan generasi.<\/p>\n        <p>Mungkin kita tidak akan menikmati seluruh hasil dari apa yang kita bangun hari ini.<\/p>\n        <p>Tetapi tugas kita adalah menanam pohon yang kelak akan memberikan keteduhan kepada generasi yang akan datang.<\/p>\n        <p>Karena itu, marilah kita bekerja dengan niat ibadah.<\/p>\n        <p>Kita bangun UNKI dengan integritas.<\/p>\n        <p>Kita kelola dengan profesionalisme.<\/p>\n        <p>Kita kembangkan dengan inovasi.<\/p>\n        <p>Kita kuatkan dengan kebersamaan.<\/p>\n        <p>Dan kita arahkan seluruh perjuangan ini untuk memberikan manfaat bagi mahasiswa, masyarakat, bangsa Indonesia, dan dunia.<\/p>\n        <p>Saya percaya, dengan dukungan Yayasan Pendidikan Fatahillah Jakarta, kerja keras seluruh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh mitra strategis, UNKI mampu tumbuh menjadi universitas yang unggul, bermartabat, berwawasan kebangsaan, berkelas dunia, dan benar-benar memberikan dampak bagi kemajuan Indonesia dan dunia.<\/p>\n        <p>Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, petunjuk, dan keberkahan kepada kita semua dalam menjalankan amanah besar ini.<\/p>\n        <p>Sebagaimana firman Allah SWT:<\/p>\n        \n        <div style=\"background: #f7fafc; border-left: 4px solid #002D62; padding: 20px 25px; margin: 25px 0; border-radius: 0 8px 8px 0;\">\n            <p style=\"font-size: 18px; color: #002D62; font-weight: bold; margin: 0 0 10px 0; text-align: center;\">\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0633\u064e\u064a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u064f\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n            <p style=\"font-style: italic; color: #4a5568; margin: 0; text-align: center;\">\n                \u201cDan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.\u201d<br>(QS. At-Taubah: 105)\n            <\/p>\n        <\/div>\n\n        <p>Mari kita bekerja. Mari kita berubah. Mari kita berinovasi.<\/p>\n        <p>Mari kita membangun UNKI.<\/p>\n        <p>Untuk Indonesia, Untuk masa depan, Untuk generasi yang akan datang.<\/p>\n        <p>Demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf atas segala kekurangan.<\/p>\n        <p>Terima kasih atas perhatian dan dukungan nya<\/p>\n        <p>\n            Wabillahi taufiq wal hidayah.<br>\n            Wassalamu\u2019alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.\n        <\/p>\n\n        <!-- TANDA TANGAN & TANGGAL -->\n        <div style=\"margin-top: 45px; border-top: 1px solid #e2e8f0; padding-top: 25px;\">\n            <p>Jakarta, September 2026<\/p>\n            <p style=\"margin-top: 10px;\">\n                <strong>Assoc. Prof. Drs. Ridwan Maronrong, M.Sc., Ph.D.<\/strong><br>\n                <span style=\"font-size: 15px; color: #4a5568;\">Rektor<\/span>\n            <\/p>\n        <\/div>\n\n    <\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sambutan Rektor UNIVERSITAS KEBANGSAAN INDONESIA (UNKI) Assoc. Prof. Drs. Ridwan Maronrong, M.Sc., Ph.D. Rektor &#8220;Perubahan bentuk menjadi Universitas Kebangsaan Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"class_list":["post-259","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/unki.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/unki.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/unki.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unki.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/unki.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=259"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/unki.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/259\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":264,"href":"https:\/\/unki.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/259\/revisions\/264"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/unki.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}